Rada nervouse sebenernya,karena ini adalah pertama kalinya saya nulis blog kembali setelah LULUS SMA,huft,sebenernya banyaaakk bgt yang harusnya saya utarakan di blog ini,mulai detik-detik kelulusan saya,kisah cinta sampai patah hati saya haha,sampai perpisahan saya dengan teman-teman yang sudah menjadi bagian dari keluarga saya,but next time,masih ada banyak waktu,dan saya akan ceritakan semua...
Yang akan saya ceritakan kali ini adalah....
Hai saya ellita gadis remaja yang sudah beranjak usia 19 tahun tepatnya 11 hari yang lalu,dan saya sudah duduk di bangku perkuliahan,
ulang tahun saya kemarin amat sangat berbeda sekali dibanding waktu saya SMA,saya masih mengartikan ulang tahun itu identik dengan kue ulang tahun,surprice,kado,dan kamu merasa putri teristimewa mungkin di hari teristimewa kamu.Tapi itu dulu 18 tahun yang lalu,di usia 19 tahun ini saya merasakan hal yang lebih sederhana tapi penuh makna.
Saya lebih bisa merasakan arti dan makna dari ucapan selamat itu sendiri.Ucapan dari teman baru di bangku perkuliahan,bbm,twitter,facebook,dari teman dekat dan keluarga tentunya.Apalagi mengingat teman-teman dekat saya sangat jauh sekarang tersebar di plosok nusantara,dan dengan kesibukannya masing-masing masih bisa mengucapkan kata selamat itu udah segalanya bagi saya.It's simple but meaningfull.
dan satu lagi,tepat di hari ulang tahun saya juga,saya jatuh sakit,dan diharuskan untuk dirawat di rumah sakit sekitar semingguan.Untuk pertama kalinya juga saya merasa gimana nggak enaknya diinfus,disuntik berkali-kali,makan dirumah sakit,tidur di rumah sakit,dan saya harus menskip agenda saya selama seminggu terakhir sebelum saya cuti,termasuk UAS dan kejuaraan futsal yang pertama kali saya ikuti.
Bukan untuk penyesalan,tapi lebih pada rasa syukur,bersyukur atas semua nikmat yang Tuhan berikan kepada kita.19 tahun sudah,saatnya bukan menuju tapi mempertahankan sikap kedewasaan,dewasa dalam menghadapi segala hal.Bukan dengan emosi,tapi lebih dengan hati dan pikiran jernih.
Karena sikap dewasa lah yang belum saya miliki seutuhnya.Contoh kecil sih ibarat mainan,jika saya menginginkannya saya harus mendapatkannya,bagaimanapun caranya,dan saya nggak mau mainan itu hilang atau dimiliki orang lain.Itu sih konotasi,yang masih menunjukkan sikap kekanak-kanakan,
okay segitu dulu,good bye.. :)
No comments:
Post a Comment